Assalamu'alaikum...

harap dibaca....

Selamat datang di Blog saya.

Foto Saya
Purwokerto, Jawa Timur, Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2009

latihan/ praktek

pengertian drill/praktek
Latihan sering di sebut juga dengan drill, drill adalah sebuah metode pembelajaran yaitu, Metode drill atau Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar, dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas (http://martiningsih.blogspot.com.macam-macam-metode-pembelajaran.html di akses 10 maret 2010)
Menurut (winarno surachmad,1979:79) metoode drill disebut latihan dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau keterampilan latihan terhadap apa yang di pelajari, karena hanya dengan praktik suatu pengetahuan dapat di sempurnakan.
Menurut (Shalahuddin, dkk, 1987: 100) metode drill adalah Suatu kegiatan dalam melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen. Dari beberapa pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode drill adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan Jalan melatih siswa agar menguasai pelajaran dan terampil.
Keunggulan Drill (latihan)
1. Siswa dapat mempeoleh ketangkasan dan kemahiran dalm melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang di pelajari.
2. Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa peristiwa bahwa siswa yang berhasil dalam belajar telah memiliki suatu keterampilan kelak berguna di kemudian hari.
3. Guru lebih muda mengontrol dan dapat membedakan mana siswa yang disiplin dalam belajar dan mana yang kurang dengan memperhatikan tindakan dan perbuatan siswa di saat berlangsungnya pelajaran.
4. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan
Kekurangan Drill (latihan)
1. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
2. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3. Dapat menimbulkan verbalisme, terutama pengajaran yang bersifat menghafal di mana siswa di latih untuk menguasai bahan secara hafalan dan secara otomatis.

Cara mengatasi kekurangan Drill (latihan)
Menurut syaiful sagala (2003 : 218) cara mengatasi kekurangn metode drill antara lain
1. Latihan hanya untuk bahan atau tindakan yang bersifat otomatis.
2. Latihan harus memiliki arti yang luas, karena :
a. Jelaskan terlebih dahulu latihan tersebut.
b. Agar murid dapat memahami manfaat latihan itu bagi kehidupan siswa.
c. Murid perlu mempunyai sikap bahwa latihan itu di perlukan untuk melengkapi pelajaran
3. Masa latihan relative harus singkat teetapi harus sering di lakukan
4. Latihan harus menarik, gembira dan tidak membosankan.
Tujuan Drill (latihan)
Menurut Roestiyah N.K (1985: 125-126) dalam strategi belajar mengajar teknik metode drill (latihan siap) ini biasanya dipergunakan untuk tujuan agar siswa:
a. Memiliki keterampilan motoris/gerak, seperti menghafal kata-kata, menulis, mempergunakan alat atau membuat suatu benda; melaksanakan gerak dalam olah raga.
b. Mengembangkan kecakapan intetek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitungan mencongak. Mengenal benda/bentuk dalam pelajaran matematika, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainya.
c. Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain, seperti sebab akibat banjir - hujan; antara tanda huruf dan bunyi - ng, -ny dan lain sebagainya; penggunaan lambang/simbol di dalam peta dan lain-lain.

pada penerapan latihan banyak hal yang perlu di perhatikan antara lain kondisi siswa kondisi siswa di pengaruhi oleh beberapa hal diantaranya
1.fasilitas bengkel yang ada .
2.mentor atau guru yang melakukan demonterator.
3.waktu yang di gunakan di suatu latiahan kerena lamanya waktu latihan dapat menimbulkan kebosanan dan verbalisme. tetapi jika waktu terlalu singkat dapat mengakibatkan keterampilan yang tidak sempurna.
adapun Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, menurut Thursan Hakim (2002:6) dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor ekternal diantaranya Waktu dan kesempatan yang berhubungan dalam belajar. Penggunaan waktu yang maksimal dan keseimbangan waktu dengan kegiatan yang lain dapat memudahkan dalam belajar sehingga meraih hasil yang baik.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Apakah ada perbedaan antara metode drill dan praktek?
atau drill sama dengan praktek.
Sekian pak. ditunggu jawabannya.
Terima kasih